Showing posts with label Yamaha. Show all posts
Showing posts with label Yamaha. Show all posts

23 February 2016

SoulGT kanibal X-Ride

Sebenarnya uda lama , SOULjah dibuatin artikel ini, tentang upgrade performa si kuda besi kesayangan. Awalnya SOULjah lama tidak segera ritual rutin bulanan, dan uda kerasa gak enak banget, lemot, kayak gas ketahan  , dan boros, tapi gak sempat2, maklum lagi sibukz saat itu. Akhirnya nemu waktu dan tanggal yang pas untuk ritual bulanan, dan si SOULjah ane bawa ke BeRes(bengkel resmi) yamama. Sperti biyasa, dibawa ke kpala mekaniknya daftarin , trus ditanya keluhan2nya apa aja(kayak ke klinik aja) uda, ok. Dan si SOULjah diserahin ke masmas mekanik digiring ke meja operasi.

Harap2 cemas, masmas tadi balik dan berdiskusi cukup seru seputar si kuda besi ini, banyak tnyata yang harus diganti partnya, yg vital menurut ane secondary sliding ama v-belt( ini yang bikin tarikan mbrebet) dan, seakan sehati ma masmas mekanik, kami klop untuk kombinasi roller standar ama punya sodaranya, x-ride. waah sip deh. lanjutkan mas :D

Tuh gambar buat yang blon tau dimana sih letak si roller yang bakal dikanibal, FYI itu partnya x-ride dicomot dari part cata lo gue yamama.

14 January 2015

Limit Bahan Bakar di MotoGP 2016

Pabrikan MotoGP Sepakati Limit Bahan Bakar Untuk 2016


Penggunaan elektronik yang seragam dan ban Michelin pada musim 2016 menjadi dasar utama perubahan regulasi batas bahan bakar di MotoGP menjadi 22 liter. Keputusan tersebut diambil pada pertemuan Komisi Grand Prix awal minggu ini di Madrid.Saat ini, motor prototype pabrikan yang digunakan oleh Yamaha dan Honda hanya boleh menggunakan 20 liter bahan bakar. Namun kelas Open Class diperbolehkan hingga 24 liter.Pembicaraan mengenai regulasi ini telah berlangsung berbulan-bulan di antara anggota MSMA, berujung dengan kesepakatan mengenai batas bahan bakar 22 liter tersebut. Meski awalnya Honda menginginkan regulasi di angka 21 liter, Bos HRC Shuhei Nakamoto mengakui bahwa Yamaha dan Ducati bersikeras menambah satu liter lagi.Kepada MCN, Nakamoto mengatakan, “Bagi kami tak masalah 21 atau 22 liter. Yamaha dan Ducati menginginkan 22 liter, namun angka ini mungkin juga akan membantu pendatang baru seperti Suzuki atau Aprilia.”Menurut Bos Yamaha, Kouichi Tsuji, 22 liter menjadi angka yang ideal karena ketidakpastian mengenai performa elektronik seragam yang akan digunakan pada 2016.

01 July 2013

RISES

Dahaga akhirnya terpuaskan.

Sudah terlalu lama, ketika ajang balap tertinggi, MotoGP jadi sepi dan merosot ratingnya, dan gak bisa dipungkiri, slain karna resesi dunia yg berdampak terlalu banyak untuk olahraga ini, juga karena faktor Valentino Rossi.Yang sulit menang lagi.
Ya,sejak memilih pindah ke Ducati,2011-2012 hanya sempat naik podium 2 kali, akhirnya penantian panjang victory lap Valentino Rossi pecah di Grand Prix TT Assen 2013. Umur ternyata hanya angka. Dan kemenangannya dissambut jutaan fansnya.



Ya, THE DOCTOR WIN.THE DOCTOR RISES.

wah lebay bro bahasanya! tapi emang gitu kenyataannya, haters atau lovers smua tertuju pada berita kemenangan Vale.
Headline di sluruh dunia tertuju pada kemenangannya,
Man of Steel?Yg baru operasi juga ikutan disanjung? tapi sorry, ini MotoGP tentang Vale bukan yang lain.

salam fans sakit mental.salam fans newbie JB-Rossi.


04 September 2012

Sejarah Yamaha di Formula One.

Yamaha pertama kali trlibat di ajang F1 pd 1989 sbg pemasok utama mesin balap.waktu itu Yamaha memasok mesin OX88 V10 untk tim West Zackspeed. Sayang debut perdana Yamaha masih belum sukses. Kedua pembalapnya Aguri Suzuki nggak pernah lolos qualifikasi dan Bernd Schneider cuma lolos 2kali, itupun pas balapnya nggak finis karena technical trouble .

Yamaha sempat vakum 1990. Namun setahun kemudian kembali ke arena F1 dgn membuat mesin OX99 V12 utk tim Brabham.Hasilnya lumayan,Martin Brundle finis urutan 5 di Jepang. Lanjut musim 1992 mesin OX99 mampu memberikan poin buat tim Jordan.Hasil dari finis ke 6 buah perjuangan pembalap Stefano Modena.
Untuk memaksimalkan tenaga mesin,pada musim 1993-1994 , Yamaha bekerja sama dengan John Judd pemilik perusahaan engine development. Tim Tyrell pun tertarik memakai mesin OX10A V10 hasil kolaborasi Yamaha-Judd slama 2tahun. Tim Tyrell Yamaha menjadi tim bermesin Yamaha yg paling populer dalam sejarah Yamaha di dunia F1.

Prestasi mesin Yamaha semakin mengkilap saat berkolaborasi dgn tim Arrows. Pada tahun 1997 di Hungaria Damon Hill bisa saja menang jika pada lap terakhir terbebas dari masalah teknis.
Mesin OX11 V10 bikinan Yamaha membuat pabrikan Eropa angkat topi.Mengapa? Karena pada masanya mesin ini memiliki dimensi yang paling kecil dan bobotnya pum sangat enteng.Namun disisi lain realibility atau ketahanannya sangat lemah. Mobil lebih sering nggak finis karena masalah teknis. Kiprah Yamaha di F1 berakhir pada tahun 1998.

Motodream.